4/08/2015

Mendidik Lansia

Pendidikan dibutuhkan tidak hanya pada anak naka usia dini, tetapi pendidikan dibutuhkan oleh siapapun dan samapi usia berapapun, seperti saya adalah pelaku sebagai pendidik bagi orang orang yang usianya sudah menginjak 70-80 tahunan. Hal ini saya tekuni kurang lebih 15 tahun, entah sampai kapan

Saya merasakan betul kebutuhan mereka dimana masa mudanya tidak banyak mendapatkan sentuhan pendidikan membaca Al Quran, Fiqh atau pengetahuan agama Islam secara mendalam. Di usianya yang senja ini mereka ingin bertaubat dan beribadah semaksimal mungkin hingga ia rela hadir di tempat pengajian meskipun jalannya sudah tidak lancar lagi, bahkan di antara mereka sudah ada yang pakai kursi roda, tongkat dua, meskipun ada juga yang dengan jalan kaki tertatih-tatih

Mereka adalah orang orang yang dalam kehidupannya mapan sejak kecil, ada yang isteri pejabat, mantan pengusaha, atau anaknya sukses duniawi. Inti persoalan dari cara mendidik lansia adalah dengan memahami karakternya kemudian dilanjutkan dengan bagaiman cara memabuat mereka nyaman dalam belajar agama, harus ramah dan formula khusus, formula khusus yang dimaksud adalah harus lebih banyak toleransi terutama masalah ubudiyah, seperti sholat sambil duduk, bagaimana memahami mereka bila terjangkit penyakit beser dan lain sebagainya

Saya berusaha memahami karakter mereka satu persatu dan saya dapati rata rata mereka adalah ingin mendapatkan akhir kehidupan yang baik (khusnul khatimah) seungguh sebuah niat yang sangat mulia yang harus dibantu untuk mencapainya. Kisahnya pun bermacam macam, dari yang sakit linu biasa, lutut, huingga yang sakit parah. Namun saya juga terkadang memikirkan, terhadap ibu saya sendiri saya belum tentu bisa mengabdi sedemikian rupa, namun harus ku jalani dengan harapan semoga menjadi amal baik bagi saya untuk saat ini dan hari akhirat kelak.. amiiin